You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Showing posts with label lokal. Show all posts
Showing posts with label lokal. Show all posts

Bantul: The Harmony of Nature and Culture

Kabupaten Bantul mengkenalkan brand barunya dengan slogan “Bantul The Harmony of Nature and Culture”. Brand tersebut diharapkan bisa menjadi ajang promosi potensi kabupaten ini sebagai tempat investasi dan tujuan wisata dalam era pasar bebas di 2015.

Brand Bantul didominasi warna hijau yang memiliki makna pada kehidupan berkelanjutan. Ditambah warna biru berarti air yang menjadi pelengkap kehidupan agraris, cokelat berasosiasi pada potensi tanah untuk produksi tanam dan olahan industri, serta abu-abu berasosiasi pada dinamika dan harapan.


Bentuk gentong gerabah menggambarkan hasil usaha budi daya akal dan pikiran ditopang dengan usaha bekerja. Konsep aman, tertib dan sehat tergambar pada urutan simbol yang mengikuti pola teratur dari hulu ke hilir atau pantai. Sementara bentuk elastis dan dinamis memberi kesan luasnya keterlibatan masyarakat dalam membangun wilayah.


Brand baru ini juga menegaskan komitmen Bantul menjadi daerah tujuan wisata utama di DIY. Bantul akan mengedepankan pola kehidupan bernilai tinggi di semua lini.


Bupati Bantul Sri Suryawidati mengatakan brand Bantul merupakan abstraksi dari konsep lingkungan fisik, hayati, dan ekonomi sosial budaya. Diharapkan brand ini mampu memajukan kehidupan masyarakat dengan mempromosikan dan membangun citra positifnya. Semangat brand Bantul perlu digelorakan di setiap masyarakat. Hal itu diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) No. 69 Tahun 2013 tentang Brand Kabupaten Bantul. Brand ini harus mampu menjadi semangat dan filosofi Kabupaten Bantul.

READ MORE - Bantul: The Harmony of Nature and Culture

UNESCO: STMIK Amikom PTS Terbaik Dunia

Di Amerika Serikat (AS), dari sejak berdirinya negara adi kuasa itu sampai kini Perguruan Tinggi Swasta (PTS) mempunyai kedudukan yang sangat terhormat. Di samping secara historis riwayat kelahirannya sudah eksis semenjak berabad-abad silam maka secara empiris PTS di AS terbukti mampu melahirkan para ilmuwan, ekonom, budayawan, pebisnis, politisi andal dan juga peraih nobel.
Sebut saja Harvard University yang berkiprah di Cambridge, Massachusssachusetts, Columbia University di New York City, New York, California Institute of Technology (Caltech) di Pasadena, California, Princeton University di Princeton, New Jersey, Yale University di New Haven, Connecticut, Illinois Institute of Technoloty di Chicago, Illinois, dan sebagainya.
Di Indonesia, banyak PTS yang dipandang sebelah mata oleh masyarakat meskipun kualitasnya tidak lebih jelek daripada mutu kebanyakan PTN. Ironisnya, meski ada PTS yang dinyatakan sebagai perguruan tinggi swasta terbaik dunia oleh badan internasional yang kredibel pun tidak secara otomatis mendapat pengakuan dari masyarakat kita sendiri.
PTS Kelas Dunia
Pada akhir tahun 2009 lalu United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) mempublikasi laporan, “A New Dinamic: Private Higher Education”. Dalam Bab Public-Private Partnerships ditampilkan 8 PTS Terbaik dunia; salah satunya dari Yogyakarta indonesia yaitu Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Amikom Yogyakarta.
Kedelapan PTS tersebut selengkapnya ialah sebagai berikut: Shantou University (China), Harvard University (USA), Mulungushi University (Zambia), The Asian University for Women (AUW) (Bangladesh), STMIK Amikom (Indonesia), University of Phoenix (USA), University of Hong Kong (China) dan Linkokwing University of Creativie Technology (Malaysia).
Di sisi kemandirian finansial dari delapan PTS terbaik dunia tersebut ada tiga yang lazim diperbandingkan; dari PTS yang seratus persen bergantung pada pemerintah s/d PTS yang seratus persen mandiri.
Shantou University (STU) adalah PTS yang berkiprah di Shantou, Guandong, China. Perguruan Tinggi seluas 1,28 km2 ini sekarang mempunyai 8.500-an mahasiswa, 1.500-an di antaranya adalah mahasiswa S2 dan S3. Lembaga yang dipimpin oleh Prof Xu Xiaohu ini mengembangkan banyak jurusan seperti jurusan teknik, IPA, ekonomi, kedokteran, hukum dan sebagainya. Dan jangan lupa lembaga ini juga membuka sekolah jurnalistik, School of Journalism, sebagaimana yang baru saja dibuka di Indonesia.
Dalam hal pembiayaan STU hampir 100 persen keperluan dana di-back up oleh pemerintah ditambah sponsor tetap dari pengusaha kelahiran Shantou, Mr Li Ka Shing. Pimpinan unversitas “hanya” berpikir mengembangkan akademis tanpa harus banyak memikirkan soal keuangan.
Lain STU lain Harvard University (HU) yang berlokasi di Cambridge Massachusetts, AS. Lembaga yang dipimpin oleh Prof Catharine Drew Gilpin Faust ini mempunyai 19.500-an mahasiswa, 6.700-an di antaranya mahasiswa S2 dan S3 dan merupakan perguruan tinggi yang paling terkenal di dunia. Pada publikasi CINDOC dalam “Webometrics Ranking 2010 Edition”, HU menduduki ranking ke-1 alias perdana di antara 18.000 perguruan tinggi terbaik dunia.
Dalam laporan UNESCO disebutkan pembiayaan di HUT diatur sebagai berikut: 30 persen dari mahasiswa, 10 persen dari donor swasta, dan 60 persen dari pemerintah. Dana dari pemerintah diwujudkan dalam bentuk projek-projek yang mengandung dana besar.
Bagaimana dengan STMIK Amikom? Perguruan tinggi yang berlokasi di Yogyakarta, Indonesia ini dilaporkan memiliki lebih dari 7.600 mahasiswa. Lembaga yang dipimpin oleh Prof M Suyanto ini memiliki jurusan Manajemen Informatika (MI), Teknik Informatika (TI) dan Sistem Informatika (SI) dengan banyak konsentrasi.
Meski sama-sama PTS tetapi dalam soal keuangan bertolak belakang 180 derajat dengan STU dan 90 derajat dengan HU. Kenapa? Ya, karena STMIK Amikom tidak mendapat sepeser pun bantuan pemerintah. Jadi 100 persen dana berasal dari mahasiswa dan hasil kreativitas pengelolanya.
Paling Mandiri
Diangkatnya STMIK Amikom oleh UNESCO sebagia salah satu PTS terbaik dunia kiranya sangat membanggakan kita; bukan hanya masyarakat Yogyakarta akan tetapi juga masyarakat dan pemerintah Indonesia.
Nilai kebanggaan tersebut akan bertambah karena STMIK Amikom hanya satu-satunya PTS Indonesia yang meraih prestasi terbaik; di samping keterbaikannya menyangkut tingginya kemandirian. Harvard University memang termasuk PTS terbaik etapi dalam hal kemandidrian maka STMIK Amikom lebih bisa dibanggakan. Shantou University juga termasuk PTS terbaik tetapi dalam hal kemandirian, STMIK Amikom berada di atasnya.
Kemandirian memang menjadi ciri khas pengembangan PTS di Indonesia; kalau pengelola PTS tidak cukup mandiri jangan harap lembaga yang dikelolanya berkembang dengan baik, untuk hidup pun kesulitan.
Berbeda dengan AS yang telah memiliki, sampai sekarang Indonesia memang belum memiliki sistem bagi pemerintah untuk memberi bantuan finansial pada seluruh PTS.
Kalau dalam realitasnya banyak (dosen dan mahasiswa) PTS yang mendapat bantuan dari pemerintah kiranya perlu diketahui bahwa bantuan tersebut diberikan secara selektif-prestatif. Selektif artinya bantuan tidak diberikan kepada seluruh PTS; sementara itu prestatif artinya hanya PTS yang berprestasi saja yang diberi bantuan finansial oleh pemerintah. Meski banyak PTS Yang mendapat bantuan finansial dari pemerintah tetapi tetap saja lebih banyak PTS yang sama sekali tidak mendapatkannya. Itu semua bukan menjadi penghalang untuk berprestasi. STMIK Amikom sudah membuktikan, dengan kemandiriannya lembaga tersebut dapat menjadi PTS terbaik di dunia. Berawal dari gedung sewaan untuk berkuliah kini telah berprestasi di tingkat dunia.
Nah..., Mas Suyanto, selamat!!! q - c. (298-2010).
*) Prof Dr Ki Supriyoko SDU MPd,
Direktur Pascasarjana UST Yogyakarta,
guru besar STMIK Amikom, serta pengajar Teknik Informatika dan Komputer.

Sumber : Kedaulatan Rakyat 23 Februari 2010
READ MORE - UNESCO: STMIK Amikom PTS Terbaik Dunia

Again, a pride was felt by STMIK AMIKOM Yogyakarta. Education Institution UNESCO includes STMIK AMIKOM Yogyakarta as one of the A New Dynamic Private

Again, a pride was felt by STMIK AMIKOM Yogyakarta. Education Institution UNESCO includes STMIK AMIKOM Yogyakarta as one of the A New Dynamic Private Higher Education in the world.

World Conference on Higher Education 2009 discuss about many issues and education trend in various countries. New trend was appear in developed countries. The rapid growth of non-government higher education. Financing patterns of the private university were classified by UNESCO into 11 categories. From this categories UNESCO takes several university from all over the world.

One of the world class universities, Harvard included into the eighth categories as private university based on government subsidies. By the research of grant aimed for competition, consultation, training program or special purposed project, Harvard University got education financing. This is the case in United State of America, where lot of private universities got big financing from government from the grant competition.

While STMIK AMIKOM Yogyakarta included into the eleventh categories, private higher education which is didn’t get subsidies from government. Most of the private universities were included in these categories. But there is one thing that makes STMIK AMIKOM Yogyakarta different by UNESCO, which are besides got financial support from student payment, STMIK AMIKOM Yogyakarta also dig financial support from Business unit which were being managed by entrepreneur. This business unit also becomes place for student to have some internship activity to get some experiences.

The Principal, Prof. Dr. M. Suyanto, MM very grateful regarding this achievement. “ I really thanks to God for making STMIK AMIKOM Yogyakarta equal to World class universities”.


source : english.amikom.ac.id
READ MORE - Again, a pride was felt by STMIK AMIKOM Yogyakarta. Education Institution UNESCO includes STMIK AMIKOM Yogyakarta as one of the A New Dynamic Private

Ngayogyakarta Serambi Madinah

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat siap memproklamirkan diri sebagai Ngayogyakarta Serambi Madinah. Konsep ini digadang-gadang akan mendukung keistimewaan DIY.

Konsep daerah yang terinspirasi dari Piagam Madinah ini tengah digodok oleh Keraton dan ditargetkan selesai Maret tahun ini. Menurut Keraton, konsep Serambi Madinah ini ke depannya bukan hanya milik umat Islam, melainkan milik seluruh masyarakat Jogja.

“Saat ini kami bersama berbagai elemen sedang membahas secara periodik mengenai konsep Serambi Madinah,” jelas Penghageng Kewedanan Hageng Panitrapura Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat GBPH Joyokusumo.

“Pada prinsipnya, ‘Serambi Madinah’ akan menjadi produk budaya, bukan produk agama. Sehingga serambi merupakan milik mereka yang merasa warga Jogja,” tambahnya, kemarin.

Piagam Madinah yang dibuat pada masa kepemimpinan Nabi Muhammad SAW diakui sebagai bentuk perjanjian dan kesepakatan bersama bagi membangun masyarakat Madinah yang plural, adil, dan berkeadaban.

Diakui Gusti Joyo, konsep Ngayogyakarta Serambi Madinah dikaitkan dengan Piagam Madinah, yang pada waktu itu disusun masyarakat Madinah saat kepemimpinan Nabi Muhammad SAW melalui proses dialog.

“Butir-butir Piagam Madinah tersebut ada delapan. Lantas kita mencoba menguraikannya dengan kondisi Ngayogyakarta sejak dari masa Sri Sultan Hamengku Buwono I sampai masa Sri Sultan Hamengku Buwono IX,’’ katanya.

Digagas MUI
Awalnya konsep Ngayogyakarta sebagai Serambi Madinah telah dideklarasikan secara sepihak oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY, beberapa hari sebelum memasuki Bulan Suci Ramadan tahun lalu.

Lantas Keraton bersama beberapa organisasi masyarakat di DIY membahasnya secara matang. “Mereka yang terlibat adalah organisasi Islam, dan umat beragama lain yang tergabung dalam Forum Komunikasi Umat Beriman (FKUB). Serta, sejumlah kalangan dari perguruan tinggi,” tambah Gusti Joyo.

Piagam Madinah bisa dianalogikan dengan kondisi DIY yang dipenuhi pendatang. “Dan di bawah kepemimpinan Ngarso Dalem Ngayogyakarta suasana bisa tetap kondusif. Konsep Ngayogyakarta Serambi Madinah akan menambah makna keistimewaan DIY yang selama ini sudah terkenal sebagai kota pelajar, pariwisata, dan kota yang betoleransi.”

Ditambahkan adik kandung Sri Sultan Hamengku Buwono X ini, pembahasan konsep Ngayogyakarta Serambi Madinah ditargetkan akan selesai Maret tahun ini. “Sebelum launching, kami akan berkonsultasu dengan Sri Sultan,” katanya.

Posisi Sultan dalam konsep Serambi Madinah, nantinya sebagai ‘patron’. “Beliaulah nantinya yang akan mendeklarasikan. Sekaligus akan memberikan imbauan atau perintah kepada masyarakat. Dalam kaitan produk budaya itu bisa dikembangkan dalam menata masa depan kehidupan di DIY,” kata dia.

Terobosan positif
Sosiolog UGM Ari Sujito berpendapat, konsep Ngayogyakarta Serambi Madinah adalah sebuah terobosan baru untuk mendukung keistimewaan DIY. Apalagi spirit dari konsep tersebut adalah menghargai pluralisme.

Namun Ari menambahkan, konsep Ngayogyakarta Serambi Madinah akan benar-benar mendukung keistimewaan DIY jika dimasukkan dalam draft RUUK. Selama konsep tersebut tidak ada dalam draft RUUK maka hanya akan hadir sebagai wacana.

“Keraton harus mengclearkan konsep ini ke publik serta pemerintah pusat dan lantas diperdebatkan. Dengan harapan bisa dimasukkan dalam draft RUUK,” tambah Ari.

Kesamaan sejarah
MUI memiliki alasan sendiri mengapa mendeklarasikan Ngayogyakarta Serambi Madinah. Ditilik dari segi sejarah, perjalanan Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah ternyata memiliki kesamaan dengan kisah bergabungnya Jogja dengan NKRI.

“Muhammad yang berkedudukan sebagai kepala agama sekaligus kepala pemerintahan bersama umat muslim saat itu hijrah dari Mekkah ke Madinah. Keadaan ini serupa dengan keadaan DIY. Waktu dikejar-kejar Belanda, Bung Karno meminta izin Sultan agar bisa melindungi RI, jadi posisi Sultan HB IX sebagai pelindung atau pemberi suaka,” jelas Sekretaris Umum MUI DIY Ahmad Mukhsin Kamaludiningrat saat dihubungi Harian Jogja, tadi malam.

Keadaan Madinah menurut Ahmad juga memiliki kesamaan dengan Jogja yang identik dengan nuansa keragaman. Jogja sebagai miniatur Indonesia memiliki keberagaman agama, budaya, dan suku. Madinah, sebagai sebuah daerah juga memiliki keragaman agama yaitu Kristen, Yahudi dan Islam.

Konsep Nagyogyakarta Serambi Madinah pertamakali diusulkan MUI pada 19 Agustus 2006, dan saat itu proses pembahasan RUUK tengah panas. “Konsep ini lantas dibahas oleh tiga pihak, yakni keraton, Kanwil Depag, dan MUI. Setiap tahun, konsep ini terus disosialisasikan sehingga dikenal masyarakat. Puncaknya, pada 28 September 2009, ketiga pihak menandatangani MoU di Masjid Rejodani [Keraton], isinya sama-sama bertekat menjadikan Jogja sebagai Serambi Madinah,” jelas Ahmad.

Konsep Serambi Madinah untuk DIY lebih ditujukan untuk menjaga dan menghargai keragaman.

Oleh Andreas Tri Pamungkas, Mediani Dyah Natalia, & Laila Rochmatin
HARIAN JOGJA
READ MORE - Ngayogyakarta Serambi Madinah
 

Search

Populer

Clustrmaps

Pengunjung

Powered by Blogger.