You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Showing posts with label open source. Show all posts
Showing posts with label open source. Show all posts

Penerapan Cloud Computing Terhadap Pengelolaan Pendidikan di Indonesia



Cloud computing atau komputasi awan menyajikan model baru untuk layanan teknologi informasi yang melibatkan jaringan secara keseluruhan untuk melayani permintaan akses bersama yang terukur secara dinamis dan elastis serta memanfaatkan sumber daya virtual. Cloud computing memiliki potensi untuk memperbaiki pengelolaan suatu sistem serta menawarkan kecepatan akses, fleksibilitas, skalabilitas dan efisiensi biaya.
Pemanfaatan teknologi informasi dalam dunia pendidikan khususnya di Indonesia masih tergolong rendah dan belum merata. Permasalahan ini disebabkan oleh karakteristik umum institusi pendidikan seperti rendahnya daya beli sarana prasarana teknologi informasi, kurangnya sumber daya manusia yang berkompeten, serta banyak pengguna sistem yang masih awam terhadap hal tersebut. Berdasarkan karakteristik tersebut, ada beberapa kriteria teknologi informasi yang cocok untuk diimplementasikan pada institusi pendidikan di Indonesia, yaitu murah meriah, mudah digunakan, mudah dan murah dalam perawatan, serta mudah dalam mendapatkan dukungan teknis.
Ada beberapa keuntungan yang dapat dilihat dari perkembangan Cloud Computing ini, diantaranya yaitu lebih efisien karena menggunakan anggaran yang rendah untuk sumber daya. Membuat lebih egality, dengan mudah dapat berorientasi pada profit dan perkembangan yang cepat. Membuat operasional dan manajemen lebih mudah, dimungkinkan karena sistem pribadi atau perusahaan yang terkoneksi dalam satu cloud dapat dimonitor dan diatur dengan mudah. Menjadikan koloborasi yang terpecaya dan lebih ramping. Membantu dalam menekan biaya operasi biaya modal pada saat kita meningkatkan reliability dan kritikal sistem informasi yang kita bangun.
Namun selain banyak memberikan keuntungan namun ada juga dampak yang bisa ditimbulkan dengan menggunakan cloud computing, diantaranya data yang kita upload ke database tempat kita melakukan cloud computing, bila terjadi maintenance dan tidak bisa diperbaiki, kemungkinan besar data-data kita akan hilang dan tidak bisa kembali. Membutuhkan koneksi internet yang lumayan cepat. Yang paling riskan yaitu masalah pada keamanan data yang rawan di-hack. Cloud Computing tidak bebas risiko atau benar-benar aman. Manajemen bertanggung jawab untuk menangani risiko keamanan untuk melindungi sistem dan data. Penerapan kebijakan dan prosedur terhadap pengendalian risiko Cloud Computing ini penting untuk menjamin kinerja dan keamanan data.
Cloud computing merupakan teknologi yang sangat cocok digunakan untuk menunjang proses pembelajaran di institusi pendidikan. Seperti telah dijelaskan, Cloud computing merupakan teknologi dengan biaya rendah dan mudah digunakan. Selain itu, saat ini juga telah banyak resource baik berupa aplikasi dan layanan yang dapat dimanfaatkan untuk menerapkan teknologi informasi khususnya Cloud Computing pada institusi pendidikan, meliputi Information System, Learning Management System, Communication & Collaboration, dan Productivity Tools.
Information system atau sistem informasi adalah aktivitas mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi menggunakan perangkat teknologi informasi. Dengan memanfaatkan sistem informasi pekerjaan tentu saja dapat diselesaikan dengan cepat dan efisien. Namun, biaya perancangan, pengembangan, dan perawatan sistem informasi masih relatif tinggi apalagi bagi institusi pendidikan dengan anggaran yang minim.  Sebagai solusi, institusi pendidikan dapat memanfaatkan layanan cloud computing OPENSIS (Open Source Student Information System). OPENSIS merupakan penyedia layanan cloud computing khususnya sistem informasi dengan fitur dan modul yang lengkap mulai dari pengelolaan data siswa, transkip, maupun penjadwalan. Institusi pendidikan tidak perlu lagi mengembangkan sistem informasi secara standalone dan lebih menghemat biaya.
Learning management system adalah suatu perangkat lunak atau software yang digunakan untuk keperluan administrasi, dokumentasi, laporan sebuah kegiatan belajar mengajar dan kegiatan secara online (Internet based), aktivitas dan interaksi dilakukan secara online. Dengan LMS proses belajar mengajar menjadi lebih fleksibel tanpa harus bertatap muka di kelas. Materi dan dokumen akademik yang dikemas dalam bentuk digital memudahkan penggunanya untuk mengakses dan belajar kapanpun dan dimanapun. Cyberworks merupakan salah satu penyedia layanan LMS berbasis cloud computing dengan jenis layanan SaaS (Software as a Service). Pengguna dapat langsung menggunakan berbagai fitur yang disediakan oleh penyedia layanan dengan cara berlangganan via web tanpa harus memikirkan proses development dan pemeliharaan sistem.
Komunikasi dan kolaborasi merupakan fitur yang menjadi keunggulan teknologi Internet based. Interaksi menjadi lebih mudah dan hemat biaya. Institusi pendidikan dapat memanfaatkan fitur ini untuk menyelenggarakan kuliah jarak jauh ataupun teleconference antar institusi pendidikan. Salah satu aplikasi yang dapat dimanfaatkan adalah Google Talk (GTalk). Google Talk memungkinkan dilakukannya komunikasi dengan bertatap muka melalui suara dan video, selain itu para pengguna dapat saling berbagi file satu sama lain. Google Talk juga dapat dipadukan dengan Gmail dan juga memiliki antarmuka programatik XMPP.
Aplikasi untuk mendukung produktivitas kerja berbasis web seperti aplikasi word processor, email, dan organizer telah banyak tersedia secara gratis. Pengguna tidak perlu lagi membeli lisensi untuk dapat menginstall dan menggunakannya secara konvensional melalui desktop. Pengguna dapat menggunakan aplikasi ini secara gratis melalui halaman web, sebagai contoh layanan yang disediakan oleh Google seperti Google Docs, Gmail, Google Calender, Google Translate, Google Groups, dan lain-lain. Layanan semacam ini tentu saja sangat membantu institusi dan civitas akademik dalam pengadaan dan penghematan biaya investasi teknologi informasi.
Untuk penerapannya, pemerintah merupakan salah satu pihak yang diharapkan dapat memberikan dukungan bagi institusi pendidikan melihat keterbatasan yang dimilikinya. Ini masuk tahap Early Learning. Program penyuluhan perlu dilakukan secara berkesinambungan dan dikomunikasikan dengan baik agar institusi pendidikan dapat memperoleh pengetahuan, manfaat, dan pengaruh cloud computing. Pemerintah juga dapat bekerja sama dengan penyedia layanan cloud computing dalam pengadaan program ini.
Setelah itu melakukan analisis mengenai implementasi cloud computing pada dunia pendidikan di Indonesia. Pada tahap ini kebutuhan dari institusi pendidikan diidentifikasi melalui studi lapangan untuk memperoleh data primer. Data ini kemudian dianalisis agar memenuhi dua faktor pendorong adopsi teknologi, yaitu Perceived of Usefulness (POU) dan Perceived Ease of Use (PEOU). Menurut POU, institusi pendidikan perlu mengetahui manfaat dan bagaimana cloud computing dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas pendidikan. Sedangkan pada PEOU, institusi pendidikan harus merasakan kemudahan dalam mengoperasikan teknologi informasi berbasis cloud computing.
Langkah selanjutnya adalah menganalisis kesiapan institusi pendidikan dalam mengimplementasikan teknologi informasi ini. Pengelola atau pimpinan institusi pendidikan perlu mengetahui kondisi internal saat ini seperti sumber daya manusia, keuangan, infrastruktur pendukung agar dapat membuat keputusan yang tepat dalam mengimplementasikan cloud computing. Tidak lupa dilakukan analisis dampak agar institusi pendidikan dapat melakukan penyesuaian terhadap perubahan kondisi yang mungkin terjadi di masa mendatang, seperti biaya berlangganan layanan teknologi informasi per bulan.
Tahap evaluasi solusi meliputi benchmarking ke beberapa vendor cloud computing untuk memilih layanan yang tepat. Alat bantu seperti Magic Quadrant oleh Gartner dapat digunakan untuk membantu institusi pendidikan dalam memilih penyedia layanan atau vendor cloud computing yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi internal institusi. Konsep Service-Oriented Architecture (SOA) dapat digunakan untuk memudahkan institusi pendidikan dalam memilih vendor, sehingga produk yang ditawarkan lebih mudah dimengerti karena sudah berupa service. Selain itu, pada tahap ini juga dievalusi kesiapan lingkungan pendukung, seperti isu isu low bandwidth,  security dan privacy, serta isu legal.
Kemudian masuk pada tahap adopsi. Tahap ini dibuat keputusan mengenai penyedia layanan atau vendor yang dipilih untuk penerapan cloud computing beserta jenis fitur dan layanan yang dipilih. Setelah diputuskan, akan direncanakan proses migrasi data dan konfigurasi lainnya. Selanjutnya rencana tersebut dieksekusi dengan melakukan integrasi sistem cloud (aplikasi, platform, infrastruktur), outsourcing, perancangan Service Level Agreement (SLA), dan pembuatan kontrak dengan penyedia layanan. Setelah itu memasuki tahap manajemen, meliputi proses setelah implementasi, seperti masalah pengelolaan, dukungan teknis, evaluasi kinerja, dan pemeliharaan selama penerapan cloud computing.
Penerapan cloud computing bisa jadi merupakan solusi yang menjawab kebutuhan institusi pendidikan akan teknologi informasi yang efektif dan efisien. Solusi ini dapat menunjang proses belajar mengajar untuk institusi yang memiliki sumber daya terbatas, baik dari segi modal, sumber daya manusia. Beberapa tantangan yang harus dihadapi untuk mengimplementasikan teknologi ini di Indonesia diantaranya adalah masalah keamanan dan keterbatasan bandwidth. Oleh karena itu dibutuhkan suatu strategi yang tepat guna untuk proses adopsi teknologi ini. Lima tahap pada strategi ini meliputi tahap early learning, tahap analisis, tahap evaluasi solusi, tahap adopsi, dan tahap manajemen. Penggunaan strategi ini dengan baik diharapkan dapat menjadi faktor kunci keberhasilan penerapan cloud computing di Indonesia khususnya sektor pendidikan.
READ MORE - Penerapan Cloud Computing Terhadap Pengelolaan Pendidikan di Indonesia

Pengertian GNU, Kernel, Open Source, Live CD

GNU/Linux adalah sebuah sistem operasi yang diciptakan oleh Linus Benedict Torvalds seorang mahasiswa Universitas Helsinki Finlandia di tahun 1991.Proyek GNU ini diluncurkan pada tahun 1984 untuk mengembangkan sebuah sistem operasi lengkap mirip UNIX berbasis perangkat lunak bebas: yaitu sistem GNU (GNU merupakan akronim berulang dari “GNU’s Not Unix”; GNU dilafalkan dengan “genyu”). Varian dari sistem operasi GNU, yang menggunakan kernel Linux, dewasa ini telah digunakan secara meluas. Walau pun sistem ini sering dirujuk sebagai “Linux”, sebetulnya lebih tepat jika disebut sistem GNU/Linux. Ada salah satu fitur atau kemampuan yang sangat menarik dari GNU/Linux yang belum ada pada sistem operasi populer lainnya, yaitu menjalankan sistem operasi dan aplikasi lengkap tanpa menginstalnya di hard disk. Dengan cara ini dengan mudah kita dapat menggunakan GNU/Linux di komputer orang lain karena tak perlu menginstalnya (tak perlu mengutak-atik hard disk dan partisinya). Sejarah sistem operasi Linux berkaitan erat dengan proyek GNU, proyek program bebas freeware terkenal diketuai oleh Richard Stallman. Proyek GNU diawali pada tahun 1983 untuk membuat sistem operasi seperti Unix lengkap — kompiler, utiliti aplikasi, utiliti pembuatan dan seterusnya — diciptakan sepenuhnya dengan perangkat lunak bebas. Pada tahun 1991, pada saat versi pertama kerangka Linux ditulis, proyek GNU telah menghasilkan hampir semua komponen sistem ini — kecuali kernel. Torvalds dan pembuat kernel seperti Linux menyesuaikan kernel mereka supaya dapat berfungsi dengan komponen GNU, dan seterusnya mengeluarkan Sistem operasi yang cukup berfungsi. Oleh karena itu, Linux melengkapi ruang terakhir dalam rancangan GNU.

Beberapa distro Linux Live CD yang banyak dipakai antara lain Knoppix, SUSE Live Eval, Mandrake Move, Gentoo Live CD, Slackware Live CD dll. Meskipun bentuknya Live CD, tetapi distro tersebut memiliki fungsi yang sama dengan distro-distro terinstal. Di dalam CD tersebut, sudah terdapat paket-paket umum yang biasa kita jumpai di distro Linux besar, seperti: OpenOffice, KOffice, XMMS, GIMP, Konqueror, dan sebagainya. Namun ada beberapa pengecualian, yaitu beberapa paket yang memang sangat besar dan kiranya tidaklah umum digunakan oleh home user, mengingat kapasitas CD yang terbatas, yaitu sekitar 700MB.
Kepraktisan itu ada batasnya karena selama operasionalnya, Linux Live CD tidak mempunyai sebuah tempat khusus di dalam harddisk. Linux Live CD hanya memiliki tempat di memori utama (RAM), sehingga setelah di-restart, semua isi RAM akan dikosongkan dan Linux Live CD harus melakukan inisialisasi ulang untuk mendeteksi semua perangkat keras yang dimiliki oleh user. Selain itu, kinerja dari Linux Live CD sendiri juga tidak bisa maksimal, karena kecepatan komputer untuk mengakses CD-ROM jauh lebih lambat dibandingkan dengan kecepatan mengakses harddisk.

Dalam ilmu komputer, kernel adalah suatu perangkat lunak yang menjadi bagian utama dari sebuah sistem operasi. Tugasnya melayani bermacam program aplikasi untuk mengakses perangkat keras komputer secara aman. Istilah Linux sebetulnya hanya mengacu pada kernel dari suatu sistem operasi. Kernel adalah Jembatan antara hardware dan aplikasi-aplikasi yg menterjemahkan bahasa software sehingga mampu dimengerti dan diproses oleh hardware sesuai dengan permintaan. Karena akses terhadap perangkat keras terbatas, sedangkan ada lebih dari satu program yang harus dilayani dalam waktu yang bersamaan, maka kernel juga bertugas untuk mengatur kapan dan berapa lama suatu program dapat menggunakan satu bagian perangkat keras tersebut. Hal tersebut dinamakan sebagai multiplexing. Akses kepada perangkat keras secara langsung merupakan masalah yang kompleks, oleh karena itu kernel biasanya mengimplementasikan sekumpulan abstraksi hardware. Abstraksi-abstraksi tersebut merupakan sebuah cara untuk menyembunyikan kompleksitas, dan memungkinkan akses kepada perangkat keras menjadi mudah dan seragam. Sehingga abstraksi pada akhirnya memudahkan pekerjaan programer. Sebuah kernel sistem operasi tidak harus ada dan dibutuhkan untuk menjalankan sebuah komputer. Program dapat langsung dijalankan secara langsung di dalam sebuah mesin (contohnya adalah CMOS Setup) sehingga para pembuat program tersebut membuat program tanpa adanya dukungan dari sistem operasi atau hardware abstraction. Cara kerja seperti ini, adalah cara kerja yang digunakan pada zaman awal-awal dikembangkannya komputer (pada sekitar tahun 1950). Kerugian dari diterapkannya metode ini adalah pengguna harus melakukan reset ulang komputer tersebut dan memuatkan program lainnya untuk berpindah program, dari satu program ke program lainnya. Selanjutnya, para pembuat program tersebut membuat beberapa komponen program yang sengaja ditinggalkan di dalam komputer, seperti halnya loader atau debugger, atau dimuat dari dalam ROM (Read-Only Memory). Seiring dengan perkembangan zaman komputer yang mengalami akselerasi yang signifikan, metode ini selanjutnya membentuk apa yang disebut dengan kernel sistem operasi.

Selanjutnya, para arsitek sistem operasi mengembangkan kernel sistem operasi yang pada akhirnya terbagi menjadi empat bagian yang secara desain berbeda, sebagai berikut:

* Monolithic Kernel. Monolithic kernel mengintegrasikan banyak fungsi di dalam kernel dan menyediakan lapisan abstraksi perangkat keras secara penuh terhadap perangkat keras yang berada di bawah sistem operasi.
* Microkernel. Microkernel menyediakan sedikit saja dari abstraksi perangkat keras dan menggunakan aplikasi yang berjalan di atasnya—yang disebut dengan server—untuk melakukan beberapa fungsionalitas lainnya.
* Hybrid kernel. Hybrid kernel adalah pendekatan desain microkernel yang dimodifikasi. Pada hybrid kernel, terdapat beberapa tambahan kode di dalam ruangan kernel untuk meningkatkan performanya.
* Exokernel. Exokernel menyediakan hardware abstraction secara minimal, sehingga program dapat mengakses hardware secara langsung. Dalam pendekatan desain exokernel, library yang dimiliki oleh sistem operasi dapat melakukan abstraksi yang mirip dengan abstraksi yang dilakukan dalam desain monolithic kernel.

open source adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu orang/lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber (source-code) yang tersebar dan tersedia bebas (biasanya menggunakan fasilitas komunikasi internet). Pola pengembangan ini mengambil model ala bazaar, sehingga pola Open Source ini memiliki ciri bagi komunitasnya yaitu adanya dorongan yang bersumber dari budaya memberi, yang artinya ketika suatu komunitas menggunakan sebuah program Open Source dan telah menerima sebuah manfaat kemudian akan termotivasi untuk menimbulkan sebuah pertanyaan apa yang bisa pengguna berikan balik kepada orang banyak. Pengembangan Linux bersifat open source artinya source code dari aplikasi pembentuk sistem dan aplikasi lainnya diberikan secara terbuka sehingga setiap orang dapat melakukan modifikasi atau kustomisasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Pola Open Source lahir karena kebebasan berkarya, tanpa intervensi berpikir dan mengungkapkan apa yang diinginkan dengan menggunakan pengetahuan dan produk yang cocok. Kebebasan menjadi pertimbangan utama ketika dilepas ke publik. Komunitas yang lain mendapat kebebasan untuk belajar, mengutak-ngatik, merevisi ulang, membenarkan ataupun bahkan menyalahkan, tetapi kebebasan ini juga datang bersama dengan tanggung jawab, bukan bebas tanpa tanggung jawab. Pada intinya konsep sumber terbuka adalah membuka “kode sumber” dari sebuah perangkat lunak. Konsep ini terasa aneh pada awalnya dikarenakan kode sumber merupakan kunci dari sebuah perangkat lunak. Dengan diketahui logika yang ada di kode sumber, maka orang lain semestinya dapat membuat perangkat lunak yang sama fungsinya. Sumber terbuka hanya sebatas itu. Artinya, dia tidak harus gratis. Definisi sumber terbuka yang asli adalah seperti tertuang dalam OSD (Open Source Definition)/Definisi sumber terbuka. Pergerakan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka saat ini membagi pergerakannya dengan pandangan dan tujuan yang berbeda. Sumber terbuka adalah pengembangan secara metodelogi, perangkat lunak tidak bebas adalah solusi suboptimal. Bagi pergerakan perangkat lunak bebas, perangkat lunak tidak bebas adalah masalah sosial dan perangkat lunak bebas adalah solusi.

Sumber : myslack.wordpress.com
READ MORE - Pengertian GNU, Kernel, Open Source, Live CD

10 Alasan Migrasi ke Sistem Operasi Linux

Ada 10 alasan sistem operasi Linux dipilih untuk menggantikan sistem operasi yang sekarang ini dipakai adalah :

1. Lower Cost Total Ownership
2. Premier Security
3.Highest Reliability
4. Avoiding Vendor Lock In
5. Ease of Migration
6. World Class Support
7. Rapid Employee Training and Certification
8. Inexpensive Standart Desktop Software
9. Improved Custom Application
10. Superior Network and System Management

Beberapa bulan belakangan ini, negara besar seperti Inggris, Jerman, Jepang, China, India, Korea, Mexico dan Brazil gencar menggalakkan proyek migrasi ke platform Open Source untuk komputer desktop, workstations, maupun server. Banyak juga kalangan organisasi dan bisnis yang sudah memulai menggunakan seperti IBM dan Departemen Pertahanan America.

Pada waktu yang bersamaan, vendor-vendor besar seperti IBM, Novell, Dell, Oracle dan HP juga mengumumkan antusisme mereka dalam mensupport sistem operasi Linux serta meyakinkan khalayak bahwa Linux merupakan sistem operasi masa depan yang akan banyak digunakan di pemerintahan dan lingkungan bisnis.

Lalu, kalau kita sudah ramai ramai pindah ke sistem operasi Linux, apa yang akan di dapat ? Mari kita lihat satu persatu apa yang akan kita dapatkan setelah melakukan proses migrasi…

1. Lower Total Cost Ownership

Survei pasar membuktikan bahwa Linux merupakan platform yang paling efektif untuk digunakan. Dapat kita lihat bahwa Total Cost Ownership (TCO) Sistem Operasi Linux sangat jauh jika dibandingkan Sistem Operasi Windows. Bukan saja dilihat dari harga yang ditawarkan dari masing masing sistem operasi, tetapi juga dilihat dari biaya untuk hardware, software aplikasi, support dan administrasi yang harus dikeluarkan. Para peniliti menganjurkan para Network Administrator untuk beralih ke Linux daripada harus terus menerus tergantung kepada salah satu vendor sistem operasi saja

2. Premier Security

Sistem operasi Linux telah terbukti baik dalam urusan security karena Linux merupakan salah satu sistem operasi yang memang dibuat unggul di urusan tersebut.. Linux juga dibuat berdasarkan kebutuhan dan untuk mencukupi keperluan para programmer dan system administrator. Para programmer open source yang terlibat berusaha menghasilkan sistem operasi yang dikenal dengan ‘the most secure and robust operating system’ untuk para programmer dan system administrator, dan sekarang keamanan di Linux juga disesuaikan dengan kebutuhan untuk komputer desktop yang dipakai oleh pekerja TI selain programmer dan system administrator.

3. Highest Reliability

Sistem operasi Linux di desain untuk mengerjakan proses atau operasi yang komplek dan membutuhkan waktu yang lama (time consuming). Berdasarkan hal diatas, Linux akan menggunakan sumber daya hardware secara lebih baik dibandingkan sistem operasi yang lain, dan juga diharapkan dapat mengurangi jumlah “crash” yang terjadi saat komputer bekerja.

Linux juga masih dapat berjalan dengan baik di hardware komputer yang tergolong out of date. Update dapat dilakukan dengan mudah, dan untuk hal hal tertentu dapat dilakukan tanpa harus merestart komputer yang sedang bekerja. Dengan kemampuan ini membuat linux sering disebut sebagai “the most reliable and robust operationg system”

4. Avoid vendor lock in

Salah satu keuntungan dari sistem operasi Linux adalah status Free Software yang disandangnya. Seperti kita tahu, Free Software adalah

“Free software does not mean “gratis”; it means that users are free to run the program, study the source code, change it, and redistribute it either with or without changes, either gratis or for a fee.” (Richard Stallman)


Pada platform yang mengandalkan sistem operasi propietary/berlisensi, semua yang di lakukan harus menunggu dari apa dikerjakan oleh vendor pembuat sistem operasi. Support, update dan patch semuanya menunggu dari vendor yang bersangkutan. Pada platform Open Source, instansi yang bersangkutan dapat menegosiasikan kemungkinan biaya yang harus dibayar dan support yang akan diperoleh. Pilihan yang lebih bervariasi akan mencegah kita tergantung pada monopoli harga.
READ MORE - 10 Alasan Migrasi ke Sistem Operasi Linux

Menampilkan Boot Loader Yang Hilang

-->
Secara standard untuk meng-install 2 OS ( Operating System ) Windows dan Linux dalam 1 PC adalah dengan cara meng-install OS Windows terlebih dahulu kemudian baru Linux karena pada Boot Loader Linux akan secara otomatis membuat pilihan untuk Boot ke Windows tetapi hal tersebut tidak berlaku jika sebaliknya.
Jika kita melakukan hal yang sebaliknya maka Windows akan menimpa Boot Loader Linux yang ada di MBR ( Master Boot Record ) dengan miliknya sehingga kita tidak punya pilihan lain selain menggunakan Windows pada saat start komputer.
Cara untuk memunculkan kembali boot loader yang telah hilang adalah dengan cara :
  • Boot dengan Live CD Linux ( mis. Ubuntu ),
  • Applications > Terminal
  • $ sudo passwd -l root ( ganti password Root )
  • $ su ( Login sebagai Root )
  • # sudo -i ( masuk ke menu grub )
  • # grub
  • # find /boot/grub/stage1 ( catat nama partisi yg mempuyai boot loader )
  • # root (hd0, x ) ( x adalah angka partisi )
  • # setup (hd0)
  • # quit
lalu Reboot komputernya, setelah itu kita dapat menggunakan Linux dan Windows kembali.

Sumber

READ MORE - Menampilkan Boot Loader Yang Hilang

Linux Terminal Code

ini da sedikit code yang biasa dipake di linux. mank ga terlalu banyak.
tapi moga bermanfaat nuat semua. kalau istilah di windows biasa disebut commandpromt gitu deh. cuma kalo di Linux kan beda...
and maaf kalo berantakan. males ngerapihinnya nie..he..he..

shutdown -h now
chmod 754 file.name
ls -la ./* | grep name
at : execute commands at a specified time/date.
awk : a scripting language, especially useful for manipulating text and
automation.
bash : invokes the Bourne Again Shell (standard on most boxes).
batch : execute comands when load permits.
bc : interactive C-like calcultor (integers only).
cal : displays a calender, also lets you choose month/year using parameters.
calender : invoke a reminder service.
cancel : cancel request to calender.
cat : concatenate files (displays a file without scrolling ability. Simply
dumps it to the standard output. Can be useful when chaining multiple
applications to do complicated jobs, so one application can use another's
output as input).
cd : change the current working directory.
chgrp : change group ownership of a file.
chmod : change access patterns (permissions) to files.
chown : change user ownership of files.
clear : clear the screen.
cmp : compare two files.
cp : copy files.
cpio : archive and extract files.
cron : clock deamon (executes "batch" and "at" commands).
crontab : schedules commands at regular intervals.
crypt : encrypt , decrypt files using altered DES, standard to Unix
passwords (restricted distribution).
csh : invoke the C shell.
csplit : split file into several other files.
cu : call up another unix terminal.
cut : cut selected fields from each line of file.
date : displays the time and date (can also change it if you're root).
dd : convert and copy a file.
df : reports space (free, total etc') on all mounted file systems.
diff : copare two files.
diff3 : compare 3 or more files.
dircmp : compare two directories.
du : report disk usage.
echo : echo argument to standart output.
ed : line oriented editor.
egrep : extended version of grep (searches for extended regular expressions).
fgrep : same as grep, only it interprets patterns as a list of fixed strings.
expr : evaluate boolean and arithmetic _expression.
false : return nonzero (false) exit status.
file : report type of file.
find : find matching files and run specified programs on them (optional).
finger : report user information (operates remotely only if a finger server
is running on the remote host).
ftp : (file transfer protocol) a client for FTP servers.
grep : search files for regular _expression matches.
haltsys : gracefully shutdown sytem (can only be run by root. halt in Linux).
head : display first 10 lines of a file.
join : display the combination (lines with command field) of two fields.
kill : send a signal to terminate a process.
ksh : invoke the korn shell.
line : read a specific line out of a file (shell script usage).
ln : create a link to a file/directory.
logname : gets your login name.
whoami : which user you are logged in as at the moment. If you, for example,
switch to a different user, logname will show the original username you
logged in as, and whoami will show the current user.
lpr : sends a request to printer.
lprint : prints on local printer.
lpstat : reports printer status.
lpq : same as above.
ls : lists the contents of directory.
mail : send and recieve mail.
man : displays manual pages.
mesg : grant or deny permissions to recieve messages from other users using
the write command.
mkdir : create a new directory .
mknod : build a special file.
more : display file one page at a time.
mount : mount a storage device.
mv : move or rename a file.
news : display news item from NNTP servers.
nice : change priorities of processes.
nohup : run a command after logout (ignores hangup signals).
nroff : format files for printing.
nslookup : retrieve information from DNS servers.
od : displays a file in 8-based octals.
passwd : create or change login password.
paste : merge lines of files.
pr : format and print file.
ps : reports status of active processes.
pstat : report system status.
pwcheck : check /etc/passwd (default) file.
pwd : display current working directory.
rm : remove (erase) files or directories (unrecoverable).
rmdir : remove an empty directory.
rsh : invoke Restricted Bourne Shell.
sed : the stream editor.
set : assign value to variable.
setenv : assign value to enviroment variable.
sh : invoke Bourne shell.
sleep : suspend execution of a command for a given period.
sort : sort and merge files.
spell : find spelling errors.
split : split file to smaller files.
stty : set options for a terminal.
su : spawns a subshell with a different username, requires other user's
password, unless you're root.
sum : compute checksums and number of blocks for files.
tabs : set tabs on a terminal.
tail : display last 10 lines of file.
tar : a simple compression tool that merges multiple files into a single one,
originally made to make backing up materials on backup tapes easier.
tee : create a tee in a pipe.
telnet : access remote systems using the telnet protocol.
test : test various expressions and files.
time : display elapsed time (execution, process, and system times) for a
command.
touch : change time/date stamps of files.
tr : substitutes sets of charecters.
translate : translates files to different format.
troff : format files to phototypester.
true : return zero (true) exit status.
tset : set terminal mode.
tty : report a name of a terminal.
umask : set file-creation mode (permissions) mask.
umount : unmount a device.
uname : display the name of the current system.
uniq : report any duplicate line in a file.
units : convert numbers from one unit to another.
unzip : extract files from zip archieve.
uptime : report system activety.
uucp : copy files between two unix systems (oldie but still beautiful).
uulog : report uucp status.
uuname : list uucp sites known to this site.
uudecode : decode to binary after "uuencode" transmission.
uuencode : encode binary file for email transmission.
uustat : report status of uucp or cancel a job.
uupick : receive public files sent bu uuto.
uuto : send files to another public Unix system.
uux : execute command to remote Unix system.
vi : a screen oriented (visual) editor (cool ,but Vim is better).
wall : sends message to all users (root only).
wait : await completion of background process.
wc : count lines, words, bytes etc' in one or more files.
who : report active users.
whois : search for user information.
write : send a message for another user (see mesg).
zip : archieve file or files in zip format



http://www.yogyafree.net/forum2/viewtopic.php?t=2081
http://repairphone.blogspot.com/
http://www.yogyafree.net/forum2/viewtopic.php?t=2289&highlight=system+gps
http://www.yogyafree.net/forum2/search.php?search_id=1215447983&start=300
READ MORE - Linux Terminal Code

Pilih Mana... Bill Gates atau Richard Stallman...?

Kita semua tahu siapa Bill Gates. Ia adalah pendiri (bersama Paul Allen) dan ketua umum perusahaan perangkat lunak AS, Microsoft. Ia juga merupakan seorang filantropis melalui kegiatannya di Yayasan Bill & Melinda Gates. Ia menempati posisi pertama dalam orang terkaya di dunia versi majalah Forbes selama 13 tahun (1995 hingga 2007).

Sekarang siapa itu Richard Stallman? ia adalah pendiri gerakan perangkat lunak bebas (free open source software), proyek GNU, dan Yayasan Perangkat Lunak Bebas. Ia yg mengerjakan GNU Emacs, GNU C Compiler, dan GNU Debugger. Stallman juga yang menulis GNU General Public License (GNU GPL atau GPL), lisensi software bebas yg terbanyak dipakai, dan memberi ilham konsep copyleft.

Keduanya memiliki perbedaan dalam hal lisensi / hak paten. Bill Gates dengan Microsoftnya menguasai pasar dunia bidang komputer, menjual seluruh hasil produksinya dengan harga yg lumayan mahal. Karena lisensinya emang mahal. Sedangkan Stallman berpendapat, "source code itu adalah algoritma matematika, jadi tidak pantas bila hal tersebut dipatenkan." Dengan argumen itu maka Stallman mengembangkan open source software. Jadi, semua orang boleh menggunakannya, menyebarkannya, dan juga mengembangkannya dengan bebas.

Jadi sekarang pilih mana... Bill Gates atau Richard Stallman...?
Namun saya cuma ingin mengajak kepada semua saja tak terkecuali untuk berkenan menggunakan open source software yang lebih murah, hemat, dan banyak keuntungan lainnya.

"Let's use open source software..."
READ MORE - Pilih Mana... Bill Gates atau Richard Stallman...?
 

Search

Populer

Clustrmaps

Pengunjung

Powered by Blogger.